Ceritanya kamu baru selesai nonton satu episode Blood-C, lalu teman nyeletuk, “Kok nggak mulai dari Blood+ dulu?” Kamu buka mesin pencari, dan yang muncul malah film tahun 2000, serial 50 episode, film bioskop, sampai film live-action. Bingung, kan, mana yang wajib dan mana yang cuma bonus.
Kabar baiknya, urutan nonton Blood-C sebenarnya pendek banget. Kisah Saya Kisaragi cuma butuh dua judul: serial TV 12 episode, lalu film The Last Dark sebagai penutupnya. Judul Blood lain boleh kamu tonton belakangan karena ceritanya berdiri sendiri. Di bawah ini saya pisahkan mana yang inti dan mana yang tambahan, lengkap dengan tahun rilisnya.
Posisi Blood-C di Dalam Franchise Blood
Blood-C adalah serial anime 2011 hasil kerja bareng studio Production I.G dan grup mangaka CLAMP. Menurut halaman Wikipedia Blood-C, ini serial anime kedua di franchise Blood setelah Blood+ (2005 sampai 2006). Franchise-nya sendiri dimulai dari film Blood: The Last Vampire tahun 2000.
Yang sering bikin salah paham: Blood-C bukan sekuel Blood+. Sejak awal serial ini dirancang cuma punya kemiripan tema dengan proyek Blood sebelumnya. Unsur yang dipertahankan cuma tiga, yaitu nama depan tokoh utama (Saya), katana sebagai senjatanya, dan premis dasar dia membasmi monster pakai pedang itu. Selebihnya baru semua, dari tokoh, latar, sampai jenis monsternya.
Jadi Saya di Blood-C itu orang yang beda dengan Saya Otonashi di Blood+, dan beda juga dengan Saya di film 2000. Namanya sama, nasibnya lain.
Urutan Nonton Blood-C Berdasarkan Tahun Rilis
Kalau kamu tipe yang suka menonton seluruh franchise sesuai urutan keluarnya, tabel ini bisa jadi pegangan. Isinya judul anime dan film utama di franchise Blood, diurutkan dari yang paling lama.
| No | Judul | Format | Rilis di Jepang | Durasi atau Episode |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Blood: The Last Vampire | Film anime | 18 November 2000 | 48 menit |
| 2 | Blood+ | Serial TV | 8 Oktober 2005 sampai 23 September 2006 | 50 episode |
| 3 | Blood-C | Serial TV | 8 Juli sampai 30 September 2011 | 12 episode |
| 4 | Blood-C: The Last Dark | Film anime | 2 Juni 2012 | 110 menit |
Selain empat judul itu, Blood: The Last Vampire juga pernah dibuat versi live-action tahun 2009. Film itu adaptasi film anime tahun 2000, jadi nggak nyambung ke cerita Blood-C sama sekali.
Jalur Singkat Khusus Kisah Saya Kisaragi
Buat kamu yang cuma pengin tuntas cerita Blood-C, jalurnya dua langkah aja. Ini juga urutan yang paling saya sarankan, soalnya filmnya benar-benar melanjutkan ending serial TV.
- Blood-C, serial TV 12 episode (2011). Di sini kamu kenalan dengan Saya, kotanya, dan rahasia besar di balik semuanya.
- Blood-C: The Last Dark, film 110 menit (2012). Ceritanya mengambil waktu enam bulan setelah serial berakhir dan menjadi penutup kisah Blood-C.
Jangan kebalik, ya. Kalau filmnya ditonton duluan, twist terbesar serial TV-nya langsung bocor di menit-menit awal. Sayang banget, karena justru twist itu yang bikin Blood-C diomongin orang sampai sekarang.
Serial TV Blood-C 12 Episode
Serial TV Blood-C tayang 12 episode dari 8 Juli sampai 30 September 2011 di MBS dan TBS. Sutradaranya Tsutomu Mizushima, naskahnya ditulis Nanase Ohkawa dari CLAMP bersama Junichi Fujisaku, dan musiknya digarap Naoki SatÅ. CLAMP mendesain karakternya, lalu Kazuchika Kise menyesuaikannya untuk animasi.
Latarnya kota kecil terpencil di tepi Danau Suwa, Prefektur Nagano. Saya Kisaragi kelihatan kayak siswi SMA biasa yang ceroboh dan ramah. Dia juga jadi gadis kuil (miko) di kuil Shinto milik ayahnya, Tadayoshi. Malamnya, dia berubah jadi pendekar pedang yang ditugasi ayahnya membasmi Elder Bairn, monster pemakan darah manusia.
Beberapa episode awal emang terasa lambat karena banyak adegan sekolah yang santai. Tapi itu sengaja. Begitu monster makin ganas dan teman-teman Saya mulai jadi korban, Saya sadar ada yang janggal dengan dunianya sendiri. Desain Elder Bairn-nya terinspirasi Great Old Ones dari Cthulhu Mythos karya H. P. Lovecraft dan dipadukan dengan monster tradisional Jepang.
Film Blood-C The Last Dark sebagai Penutup
The Last Dark adalah film penutup yang wajib kamu tonton setelah serial TV-nya. Menurut halaman Wikipedia Blood-C: The Last Dark, film ini tayang di bioskop Jepang tanggal 2 Juni 2012 dengan durasi 110 menit, disutradarai Naoyoshi Shiotani, dan diproduksi Production I.G.
Ceritanya berlatar enam bulan setelah serial TV. Saya memburu Fumito Nanahara, orang yang memanipulasi dan mengkhianatinya, sampai ke Tokyo. Dia dibantu organisasi bawah tanah bernama SIRRUT. Suasananya jauh beda dari serialnya: nggak ada lagi kota kecil yang adem, gantinya kota besar yang suram.
Ada bonus kecil buat penggemar CLAMP: film ini memunculkan cameo tokoh dari manga xxxHolic. Filmnya juga menyelipkan rujukan visual ke Blood: The Last Vampire, jadi kalau kamu udah nonton film tahun 2000 itu, beberapa adegan bakal terasa familiar.
Blood+ dan The Last Vampire sebagai Tontonan Tambahan
Kalau habis Blood-C kamu masih haus cerita pemburu vampir, dua judul lama ini layak dicoba. Keduanya nggak perlu ditonton duluan, tapi bikin kamu lebih paham kenapa franchise ini punya penggemar setia.
- Blood: The Last Vampire (2000). Film 48 menit garapan sutradara Hiroyuki Kitakubo. Latarnya tahun 1966 di Pangkalan Udara Yokota. Saya menyamar jadi siswi untuk memburu Chiropteran, makhluk mirip kelelawar pengisap darah.
- Blood+ (2005 sampai 2006). Serial 50 episode yang disutradarai dan ditulis Junichi Fujisaku. Tokoh utamanya Saya Otonashi, siswi di Okinawa yang hilang ingatan, lalu berkeliling dunia melawan Chiropteran.
Blood+ ini yang paling makan waktu. Lima puluh episode itu kira-kira setahun tayang mingguan, jadi siapkan stamina kalau mau maraton.
Manga, Panggung, dan Live-Action Blood-C
Blood-C nggak berhenti di anime. Ada beberapa adaptasi yang mungkin kamu temukan saat mencari judulnya, dan semuanya opsional:
- Dua manga terbitan Kadokawa Shoten: Blood-C karya Ranmaru Kotone (4 volume) dan Blood-C: Demonic Moonlight karya Ryo Haduki (2 volume).
- Novelisasi tahun 2011 karya Junichi Fujisaku.
- Drama panggung Blood-C: The Last Mind (2015).
- Tiga film live-action: Asura Girl: Blood-C Another Story (2017), Blood-Club Dolls 1 (2018), dan Blood-Club Dolls 2 (2020).
Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Maraton
Satu hal yang perlu kamu tahu dari awal: Blood-C itu sadis. Kekerasan berdarahnya sengaja dibuat sebagai bagian dari tema cerita. Waktu tayang di TV Jepang, adegan teman-teman Saya dimangsa Elder Bairn bahkan disensor pakai bidang terang dan gelap. Tahun 2015, Kementerian Kebudayaan China memasukkan Blood-C ke daftar hitam bersama 37 judul anime dan manga lain.
Jadi jangan nonton sambil makan, apalagi bareng adik yang masih kecil. Kalau kamu suka anime thriller dengan twist gelap, coba juga urutan nonton Mirai Nikki yang nuansanya mirip. Daftar lain bisa kamu cari di kategori Anime dan Komik waktubaca.com.
FAQ Seputar Blood-C
Apakah harus nonton Blood+ sebelum Blood-C?
Nggak harus. Blood-C punya tokoh dan dunia sendiri. Yang sama cuma nama depan tokoh utama, katana, dan premis membasmi monster.
Siapa pengisi suara Saya Kisaragi?
Di film The Last Dark, suara Saya diisi Nana Mizuki, sedangkan Fumito diisi Kenji Nojima.
Apakah Blood-C pernah dapat penghargaan?
Pernah. Blood-C meraih kategori Best Animation di ajang Reaper Award 2013.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menuntaskan Blood-C?
Serialnya 12 episode, ditambah film 110 menit. Kalau dikebut, satu akhir pekan biasanya udah cukup.
Siapa pemegang lisensi Blood-C di luar Jepang?
Di Amerika Utara lisensi dan dub Inggrisnya dipegang Funimation. Di Australia dipegang Madman Entertainment, dan di Eropa didistribusikan Manga Entertainment. Sebelum nonton, cek dulu katalog layanan streaming resmi di Indonesia karena ketersediaannya bisa berubah.
Udah siap maraton? Mulai dari episode pertama serial TV-nya, tahan rasa penasaran sampai episode 12, baru lanjut ke The Last Dark. Dengan urutan nonton Blood-C seperti itu, twist-nya bakal kena banget. Selamat nonton, dan siapkan mental buat adegan-adegan berdarahnya.






