Puisi Tentang Ibu

8 min read

Puisi Tentang Ibu

Puisi tentang ibu – Ada banyak cara untuk membuat puisi tentang apapun mulai dari tentang ibu dan puisi pendek sekalipun. Setiap orang pastinya memiliki ciri dan cara untuk mengekspresikan setiap tema dan konsep yang dibuat.

Ada banyak puisi yang ada dibawah ini untuk kamu yang ingin mencari ide untuk mengapresiasikan tulisan puisi pendek mulai dari alam, cinta kasih sayang dan Islami.

Baca juga : Puisi Tentang Ibu

Peran seorang ibu dalam kehidupan kita dan sehari hari ini sangatlah penting, Memang benar, peran seorang ibu berbeda dari tugas seorang ayah yang selalu bekerja membanting tulang untuk kebutuhan ekonomi keluarga, namun peran sang ibu juga tidak bisa disepelekan.

Jasa seorang ibu sangatlah besar apapun yang kita lakukan tidak akan pernah bisa membayat jasa seorang ibu dalam mendidik dan membesarkan kita.

Puisi Pendek Tentang Ibu

Puisi Tentang Ibu
Puisi Tentang Ibu

Berikut ini adalah pusi tentang ibu yang bisa diungkapkan rasa untuk berterima kasih dan apresiasi akan kasih sayang tanpa pamrih dari seorang ibu untuk kita semua.

Cintailah Bapak dan Ibumu

Ibu dan bapakmu
Membesarkanmu, mendidikmu, menyelohkanmu
Dan membiayai segala kebutuhanmu itu supaya kamu pintar dan berguna,
Bukan malah gila akan terhadap cinta dan membuat kamu terlena.

Mata Ibu

Aku bercermin dikelopak matamu, mata cinta kataku
Sesekali aku merbah manja disana, menikmmati segala riang yang tak putus putus
Pun Meneguk kesedihan yang lama terpasang
Atau barangkali binar matamu membuatku lupa diri
Perihal hidup paling pedih yang acap kita rengkuh berhari hari

Hai Bunda

Terkenang di hari mengarang sari, yang kupetik dengan berahi
Dalam kebun jantung hatiku, Buat perhiasan Ibunda Ratu.

Demi Bapak dan Ibu

Aku merindukan tangan yang kucium tiap pagi hari dan sore..

Tapi tangan itu jauh disana, sudah semakin keripuy pasti

Tangan itu yang dulu memelukku, dari buasnya, dunia luar

Bapak

Ibu

Menjadi dewasa itu tidaklah enak. aku terlalu kecil untuk dunia ini

Dunia ini terlalu jahat menilai hasil tanpa melihat perjuanganku

Kadang tidak memberi apa yang aku inginkan, padalah perjalananku masih panjang, belum aku persembahkan untuk bapak dan ibu

Tuhanku,
Aku hanya meminta, beri merka hidup yang lebih lama lagi, karena aku masih ingin berjuang.

Doa untuk Ibu ku

Alhamdulillah sampai saat ini kita yg masih memiliki orang tua,

Lihatlah kerutan diwajahnya dan mengeringnya kulit-kulit mereka yg memang sdh termakan usia,

Tapi ingatlah!
Senjanya usia mereka tak mengurangi kasih sayangnya pada anak-anaknya,

Sayangilah mereka!
Kalaupun kau tak mampu menyayanginya, jgn kau membencinya dgn secuil kesalahan yg ada padanya,

Bahagiakan mereka!
Kalaupun kau tak mampu membuatnya bahagia, jgn buat mereka bersedih karenamu,

Muliakan mereka!
Kalaupun kau tak mampu memuliakan mereka, jgn hinakan mereka karenamu,

Peluklah mereka!
Jenguk, telp, hubungi mereka, yg dia pedulikan adalah keadaan anaknya, bukan banyaknya uang pada anaknya,

Dan mintalah slalu doa padanya! Doanya menembus langit.

Dari saudaramu seagama dan sebangsa.

Doa untuk ibu

Aku selalu berjanji padamu ketika padang sang ilalang mulai terbakar.

Tangisanmu sama saja menunda perjalanan bumi berputar pada porosnya.

Mencintai dirimu bukan hanya sekedar rasa.

Aku berjanji padamu saat matahari tepat di atas kepala.

Kegelisahan tanpa dirium seperti sampan tak berkayuh.

Aku mencintaimu dengan rindu tak terbatas.

Dan bakti yang takkan memudar, Ibu..

Puisi Tentang Ibu panjang dan Keren

Mungkin dibawah ini beberapa pilihan Puisi tentang ibu yang bisa kamu edit dan bagikan kepada teman dan keluarga atau sebagai salah satu contoh puisi untuk tugas sekolah.

Aku Mencintaimu Ibu

Sang ibu kutulis semua tentangmu
Nafas yang tidak pernah terjerat oleh dusta
Tekan yang terkotak oleh masa
Seberapapun Sakitnya kau tetap penuh cinta.

Ibu,
Tanpa lelah kamu melayani diri ini
Dengan segenap rasa bahagia dihati
Tak terbesit sedikitpun untuk memikirkan lelahmu
kau terus berjalan diantar duri..

Ibu,
Tak pernah aku berharap kau akan cepat tua dan keriput
Tak pernah aku ingin kau lelah dalam usia
Selalu aku harapkan kau terus bersamaku
Dengan cinta dan kasih sayangmu

Ibu,

Kau adalah malaikatku penyembuh lukaku dan kesedihan
Penghapus dahaga akan kasih sayangmu
Sampai kapanpun itu,
Aku tetap akan selalu mencintaimu.

Salam Rindu Puisi tentang Ibu

Rindu? ternyata berat
Rindu tak membunuh tapi bisa saja meneteskan air mata,dikala ia datang

Ibu dan Rindu..

2 kata saat ini yang tak bisa dijelaskan,
Dulu tak pernah terasa,tapi disaat saya telah memasuki hidup sendiri,semuanya datang!

Tapi itulah waktu,yang bisa saja datang tak tentu arah
Berpisah? hanya sebentar Tapi menunggu waktu untuk pertemuan lah yang terasa lambat.

Derita Ibu

Tahan DeritaIbunda
Di mana pun sama Tahan derita lebih
ketimbang ayahanda

Goa garbanyatempat tapa
Janin bayi yang kelak dilahirkan

Bagaikan Maria di Pengadilan
Ia pun pasrah Jesus disalibkan

Tidak berontak dan murka
Tapi sabar dan nrimo
Lego lilo

Pasrah bongkokan
awal kebangkitan
Dalam proses
penjadian kasih sayang

Rindu Rumah Ibu

Rumah ini seakan bercerita ibu,
Tentang hangatnya kasih sayangmu.
Rumah ini dipenuhi dengan cinta,
Yang kau curahkan tanpa jemu.

Ruang ini disemarakan rindu,
Yang lahir di dalam kalbu.
Mengalir pula rasa sayang,
Membuatku ingin selalu pulang.

Bocah Nakal Rindu Ibu

Aku tatap wajahmu di gelapnya malam
Wajah tuamu yang mulai kusam dan tua
Ku lihat dengan jelas kerut keningmu ibu,
Yang dulu tak pernah tampak

Dulu Tanganmu yang kuat
Kini Kian lemah seiring usia
Langkah mu yang dulu tegap
Sekarang rapuh dan membungkuk

Maafkan aku ibu sayang
Di saat semua orang berfikir aku telah dewasa
Aku masih jadi bocah nakal pembuat ulah
Aku masih menyuguhkanmu cerita duka

Yang kelak akan jadi gurauan manja
Kala aku jadi anakmu yang berguna.

JASAMU IBU

Ibu,
kau membimbingku selama satu tahun
kau begitu baik padaku walaupun aku suka marah-marah

Ibu,
kau begitu ceria dan rajin berasal dari terhadap guru yang lain
Ibu…
kau yang pintar, baik, ramah, cantik, dan sopan

Ibu,
kalau aku sebabkan keliru tolong maafkan aku
karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek

Ibu,
kalau aku kembali sedih kau menghibur aku
kalau aku kembali kesal kau menghiburku

Ibu,
terimakasih atas jasa-jasamu jikalau aku
masih sempat bertemu bersama dengan ibu
aku amat inginkan memeluk ibu.

Kaulah muara kasihku..

Tempat ku berkeluh kesah, mencurahkan isi hatiku
Kau tempatku mengadu tatkala saya ketakutan
Kau bak sutra yang indah nan lembut
Membelaiku penuh cinta serta kasih

Kaulah pahlawan ku..
Menjagaku tanpa lelah sampai ku terlelap
Proteksi saya tanpa henti entah siang maupun malam
Bersamamu saya merasa damai
Kau dekap saya dengan ketulusan
Memelukku dengan cahaya kasihmu
Membalut cedera serta ketakutanku

Tidak terdapat tempat sebaikmu..
Tiada makhluk semulia hatimu
Kau takkan terganti walaupun waktu menyudahi berputar
Takkan pula luntur walaupun waktu dimakan zaman

Kaulah muara kasih terindah..
Cinta kasihmu takkan lekang oleh waktu
Walaupun bibir ku tidak sanggup beruncap

Percayalah Ibu..
Sarangheo, saya menyayangimu selalu
Saat ini, besok serta selamanya.

Puisi bunda – Dia

Sinar bersinar senantiasa nampak diwajahnya
Kesabarannya bagaikan lautan yang luas
Pengertiannya bagaikan wujud sahabat
Ketulusannya tanpa pamrih

Ia, orang yang senantiasa membuatku nyaman
Ia, orang yang senantiasa menemaniku
Ia, orang yang takkan sempat meringik sebab kenakalanku
Ia, orang yang tidak sempat lelah merawatku

Tuhan, saya sangat mencintai dia
Tuhan, saya sangat menyayangi dia
Kekuatan cinta kasihnya begitu besar
Sampai di dikala ku jatuh cuma ia yang dapat menguatkanku

Ia telah banyak berkorban
Ia begitu kokoh serta tegar
Ia yang sudah meneteskan banyak darah buat hidupku
Ia menuntunku sampai dikala ini dengan sinar kasihnya

Tuhan, saya menyesal buatnya senantiasa bersedih
Tuhan, saya salah buat dikala ini buatnya menangis
Tuhan, saya senantiasa berdoa buat dia
Tuhan, maafkan saya senantiasa membuat ia kecewa

Ya Tuhan, ia merupakan ibuku
Berikanlah kesehatan senantiasa buat ibuku
Berikanlah waktu buat ibuku, saya mau ia senantiasa terletak di sampingku

Biarkanlah saya berkembang, saya mau membahagiakan ibuku.

Kurasa Hatimu Ibu

Menangis
Jangan ditahan

Luapkan rasa hatimu
Tetapi kau senantiasa tersenyum

Tersenyum
Lembutkan garisnya

Ikhlas kau tunjuk
Pada tegar mengalami hidup

Tenang
Kau bersembunyi

Dari rasa sesak
Kau tampak begitu lembut

Ibu
Doa terpanjat
Dalam telapak tangan
Kau menengadah pinta indah

Ibu
Senyummu terlintas
Pada getar rasamu
Sampai tenang hati kami.

Ibu Bagai Malaikat Tanpa Sayap

Bunda..
Engkau inspirasiku..
Saya berkelena ke ujung dunia
Bayangmu senantiasa terdapat disampingku

Secerca harapan darimu
Ku peruntukan pedoman di tiap langkahku
Dalam doamu senantiasa tersebut namaku
Kau tameng dalam hidupku

Kau penyemangat terbaik dalam hidupku
Kau bagai malaikat tanpa sayap untukku
Engkau segalanya untukku
Saya tanpamu bagai angin tanpa arah
Engkau bagai lautan samudera
Tempat mencurahkan seluruh kegundahan hati

Ibu…
Terimakasih atas kasih sayangmu
Terimakasih atas perjuanganmu
Terimakasih atas perhatianmu
Terimakasih atas tiap tetesan keringat yang tercurah buat anakmu
Terimakasih atas pengorbananmu

Bunda..
Maafkan amarahku
Maafkan keegoisanku
Maafkan kenakalanku
Maafkan saya atas airmatamu
Bunda.. engkau sinar pencerah dalam hidupku

Bila orang bertanya padaku siapa pahlawanku? Pastilah engkau Bunda jawabanku..

Ibu adalah Bidadariku

Diaa…

Merupakan insan yang diidamkan kalangan lawan
Merupakan insan yang dihormati kalangan alim
Merupakan insan yang dirindui kalangan bercahaya

Tanpanya…
Kau takkan gampang mencapai yang kau pinta
Kau takkan gampang tangguh dalam berjuang
Kau kan gampang merasa lelah
Mau sekali ku indahkan namanya
Mau sekali u indahkan derajatnya
Mau sekali ku persembahkan hadiah untuknya
Tetapi apa energi, saya cuma seseorang lemah

Cintanya menghapus seluruh duka
Cintanya menghapus seluruh lelah
Cintanya menewaskan seluruh kalah
Cintanya membuat diriku perkasa

Dia…
Akankah kucapai apa yang diimpikan?
Akankah kubahagiakan dengan hatinya?
Apakah saya hendak terdiam dengan lemah?

Tidak! sekali lagi tidak! sebab ku yakin
Ku bisa menaikkan derajatnya
Ku bisa menarik kedua tepi bibirnya dengan hati lapang
Ku bisa membawanya ke Surga
Tetapi, siapakah ia?

Kenapa ia sangat digila- gilakan?
Biarku perindah
Biarku camkan
Biarlah ku ucapkan
Dialah… Bidadari Dunia

Rindu Ibuku

Andai saya dapat memelukmu
Hendak ku tumpahkan seluruh tangis ini,
Bahumu membuatku merasa nyaman,

Bunda,
Wajahmu melegakan hati,
Senyummu dapat melenyapkan bebanku,

Bunda,
Air mata ini terus mengalir karna merindukanmu..
Rindu hendak tawamu,
Rindu canda mu,

Ibu…
Saya rindu…

Kerinduan Ibu

Gerimis bertaut membasahi tubuh
Rinainya jatuh jadi tangisan dimataku
Rasa ini membeku
Membatu mengingat cerita lalu

Saatku lincah nan lugu, Waktu kecilku..
Biarlah nafasku menceritakan tentangmu

Bersajak indah memanggil namamu Bunda..
Saya teramat merindukanmu

Saya rindu.. Rindu masa itu..
Rindu dikala bunda menimangku..

Berbisik doa merajut sanubariku..
Mudah- mudahan bunda disitu tersenyum senang senantiasa..

Doa anakmu yang senantiasa menyertaimu..

Ketulusan Seseorang Ibu

Ibu…
Engkau bagaikan pelita dalam hidupku
Di waktu ku risau, tertatih
Saat ini engkau senantiasa terdapat serta menemani
Menjagaku di dikala ku kehabisan arah
Membuatku lebih kokoh hendak segalanya
Yang mengajariku makna kedewasaan serta kerendahan hati
Engkau bagaikan embun di pagi hari.. yang senantiasa melegakan jiwa ini

Tuhan..
Sayangilah serta jagalah dia, semacam kasih sayangnya yang tidak sempat pudar kepadaku
Inginku melihatnya tersenyum senang dengan keberhasilanku
Saya bagaikan debu di dunia ini.

Tanpa terdapat seseorang Bunda yang senantiasa menghiasi hari- hariku
semacam tidak bermanfaat jiwa serta raga ini tanpa kasih sayangnya
Ku tidak hendak paham makna kehidupan tanpanya
Ku senang dengan keberadaannya di sisiku.

Puisi Ibu

Walaupun dirimu manusia biasa
bagiku engkaulah malaikatku
yang tidak sempat lelah
membimbingku

bunda, maafkanlah aku
yang dahulu kerap tidak memahamimu
yang kadangkala meremehkanmu
bunda engkaulah surga itu
tidak sempat terlambat berikan kedamaian
mudah- mudahan kau senang selalu
mudah- mudahan saya bisa membahagiakanmu

bunda, hari ini kami memperingatimu
bunda,“ selamat hari bunda” terimalah salamku dari anakmu.

Keikhlasanmu Begitu Tulus Ibu

Tidak sempat terdapat kata letih
Walaupun panas menerpa
Nyeri mendera
kau senantiasa tabah
Dikala mendung dukacita

Ku tau rasamu.. tetapi dapat apakah saya?
Dikala hujan air mata
Tanganku masih sangat kecil buat menyekanya
Saat ini ku mengerti
Jalanmu dahulu saat ini kulalui
Perihmu dahulu saat ini kurasai
Kisahmu dahulu saat ini kujalani

Ibu
Kadangkala saya tidak percaya
Tetapi ini nyata
Yaahh, ini nyata
Saat ini kujalani..

Ibu,
Kerelaanmu begitu mulia
Keikhlasanmu begitu tulus
Keanggunanmu begitu nyata
Kelembutanmu begitu sempurna.

Ibu, Ku Rindu Kau

Waktu itu,
Saya memandang senyummu di kala Dhuha
Burung burung menyongsong langkahku
Berkicau kicau mendesah suatu nada yang elok nan indah

Oh ibu, kau menawan sekali di pagi ini
Teringat kenangan manis melambai lambai
Tidak sempat kabur dari simpanan memoriku
Untaian kata lembut terngiang ngiang di hawa pikiranku

Oh ibu, Kau yang terindah
Terpeleset pikiranku lama tidak berjumpa
Sekian lama tidak tersentuh kabarmu
Maafkan apabila tidak menyapa lebih dekat
Jauh nian diriku tidak melihatmu
Wajahmu di awan senantiasa menghantuiku

Oh tuhan, lindungilah dia
Maafkan daku,
Belum dapat terbang kesana..

Oh Ibu, Ku Rindu Kau.

Rindu Ibuku tercinta

Ku mau,
Menghisap hawa yang kau hisap.

Melangkah,
Di tempatmu melangkah.

Berteduh,
Di tempatmu berteduh.
Serta terlelap di atas pangkuanmu.

Ibu…
Ku ingin Sering senantiasa bersamamu.

sejauh waktuku…

Maafkan Anakmu, Ibu

Sampai hari ini
Belum dapat membalas jasamu.

Engkau yang bersusah payah
Berjuang demi anakmu ini.

Engkau rela berletih- letih,

Bekerja di tiap hari,
Demi memandang diriku tidak kekurangan apapun.

Bunda,
Maafkan diriku
Yang belum dapat memberimu.

Ibu, Pergimu Tiada Kembali

Apabila hening malam semacam ini,
Rinduku padamu mengusik jiwa.

Teringat hendak senyumanmu,
Yang meneduhkan, mendamaikan, serta menenangkan jiwaku.

Bunda,
Pilu ini kan terobati
Seandainya engkau terdapat di mari.

Galau ini hendak terhapus,
Bila engkau masih bersama kami.

Saat ini cuma doa
Yang dapat kupanjatkan.

Semoga engkau tenang di alam sana.

Senyum Ibu ku

Nampak senyum tulusmu
Terasa doamu yang tidak sempat henti
Terbentuk kasih sayang tulusmu

Tidak hendak tergantikan
Wahai kau perempuan terhebat

Kaulah segalanya untukku
Di dikala ku bahagia
Air mata kebahagiaan terpancar bersinar

Di dikala ku sedih
Air mata doamu tiada sempat berhenti
Tiada sempat mengeluh
Tiada sempat kecewa
Tiada sempat lelah

Jiwamu sangat indah
Hendak senantiasa ku ingat
Cerita ini hendak senantiasa ku kenang
Engkau senantiasa ku doakan sejauh hidupku

Wahai kau perempuan terhebat, Bunda

IBU

Kakimu bernilai surga
Kasih sayangmu sanggup melunakan besi
Menghancurkan baja

Menghangatkan lautan lepas
Detik- detik mu harapan yang kau curahkan untukku

Bunda, kau merupakan orang yang sangat munafik
Yang sempat ku temui
Kasih sayang mu kau bungkus amarah

Ocehanmu merupakan nada melody kecintaan
Tetapi seluruh ini demi anakmu.

Kasih IBU

Terdapat Engkau Ibu…
Dalam gigil yang mengikis…

Terdapat Engkau…
Mendekap hangat hati…

Dalam tangis meringis…
Engkau tiba menghapus perih…

Kala hening merajai…
Terdapat Engkau membersamai…
Engkau suguhkan cinta…

Walaupun hatimu sengsara…
Terdapat tawa yang selalu…
Mekar di wajahmu…
Terdapat kasih melalui belaianmu…

Saya percaya…
Serta saya bahagia…
Sebab ada Engkau IBU.

Wahai ibu…

Saya ketahui dikala ini kau lelah
Dikala suaramu yang tidak lagi lantang

Matamu yang tidak lagi bersinar
Tubuhmu yang tidak lagi kokoh

Hatimu yang tidak lagi sekuat baja
Kulitmu yang tidak lagi segar

Serta tubuhmu yang tidak lagi sehat
Kehadirannyalah yang senantiasa kau harapkan
Kehadirannyalah yang senantiasa kau nantikan

Wahai ibu…
Hanya tetesan air matamu yang senantiasa menemani hari- harimu

Dikala rindu itu melanda

Berharap dikala usiamu yang tidak lagi muda

Kau lebih memperoleh peduli dari anakmu.

IBU Ku Sayang

Berjalan di pagi buta
Hitam dingin sunyi
Hanya suara dari toa masjid yang membimbingmu naik
Menyinari gelapnya pagi

Melenyapkan dinginnya alam
Memerintahkan burung mengusir kesunyian
Kau pula ajarkan pada kami

Tidak hirau gelapnya hidup sebab kau hendak datang
Tidak hirau dingin pemikiran mereka
Sebab kau hendak memelukku

Saya tidak khawatir kesepian sebab kau Senantiasa mendengarku…Bunda

Setetes Air Mata Ibu

Setetes air mata seseorang ibu
gejola hati yang seolah hendak mau menjerit
air mata terus mengair
membasahi kedua pipinya
yang sangat lembut

Dimalam yang sepi hitam gurita
kedinginan yang merada ditubuhnya
hati yang terluka terhanyut dalam kesedihan
seseorang bunda terus
meneteskan air mata

serta dia mulai bertanya
kepada seseorang anak
dia mulai mengucapkan
kata kata dengan lisan

mulutnya seolah hendak mau marah
penderitaan yang dirasakan

Dia mulai berbaring
serta meneskan air mata
apa yang dia rasakan
serta mulai merenung serta diam

Tanpa kata kata..

Penutup

Mungkin itu saja beberapa kata dan puisi tentang ibu yang bisa kamu apresiasikan atau untuk ide saat mengerjakan tugas sekolah untuk membuat puisi tentang ibu.

Contoh Teks Pidato Bahasa Jawa Singkat

Contoh pidato Bahasa jawa ini bisa kamu gunakan untuk berbagai macam keperluan seperti acara pendidikan, lingkungan, sosial dan peresmian acara tertentu. Teks pidato adalah...
waktubaca
5 min read

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Singkat

Contoh teks laporan Hasil Observasi – Apakah kamu tahu Oberservasi adalah sebuah penelitian yang menjadi teknik salah satu dalam pengumpulan data yang digunakan dalam...
waktubaca
15 min read

Puisi Guru

waktubaca
10 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *