14 Contoh Puisi Tentang Alam Terbaru

Puisi tentang alam – Puisi adalah karya sastra. Seringkali puisi ditulis dalam berbagai topik, mulai dari puisi tentang alam, orang tua, romansa, pendidikan, teman, dan banyak lagi. Puisi sendiri merupakan karya sastra yang dapat menjadi wadah untuk mengungkapkan emosi, pikiran, dan pemikiran seorang pengarang atau penulis.

Seringkali, penulis atau penyair menggunakan simbolisme. Oleh karena itu, dalam memaknainya seringkali terjadi perbedaan penafsiran.

Puisi ini dapat mengungkapkan emosi, emosi, kekaguman, kecemasan, kegelisahan, dan emosi lainnya. Melalui puisi, seseorang menjadi lebih sadar untuk mengamati, mengapresiasi atau memikirkan kondisi lingkungan sekitar.

Bagi pemula, menulis puisi bisa dimulai dengan bait yang paling sederhana, yaitu dua bait menjadi bait-bait tak berhingga, atau bisa juga disesuaikan dengan keinginan penulis. Dalam kebanyakan puisi, setiap bait terdiri dari tiga hingga lima baris. Lihat contoh puisi di bawah untuk menemukan contoh puisi tentang alam!

Apa itu Puisi ?

Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang mengandung ekspresi dan emosi. Puisi tersebut menggambarkan suasana atau situasi atau keadaan sekitar, kesedihan, kegembiraan, kecemasan atau kekecewaan. Makna yang terkandung dalam puisi tersebut mengandung informasi tertentu yang dapat ditangkap oleh pembaca. Kata-kata baik dalam bahasa maupun puisi terikat oleh ritme, ritme, bait, dan lirik.

Bagaimana Struktur Batin atau Hakikat Suatu Puisi

Berikut adalah beberapa struktur internal yang ada dalam sastra puisi, antara lain:

  1. Tema: merupakan unsur utama puisi karena berkaitan dengan apa yang ingin diungkapkan penyair dengan kata-kata.
  2. Perasaan: Sikap penyair terhadap masalah yang diungkapkan dalam puisi. Ekspresi perasaan umumnya berkaitan dengan latar belakang penyair, seperti pendidikan, agama, jenis kelamin, pengalaman, dll.
  3. Nada: Penyair dapat mengekspresikan puisi dengan nada arogansi, perintah, penghinaan, dan sikap lain terhadap pendengar atau pembaca.
  4. Tujuan: Maksud dari pesan penyair kepada pendengar atau pembaca.

Bagaimana Struktur Fisik atau Metode Penyampaian Puisi

Berikut beberapa struktur fisik yang ada dalam karya sastra puisi, antara lain:

  1. Typesetting: Format dalam puisi, berupa baris, margin kiri dan kanan, dan halaman tanpa kata.
  2. Kata-kata: Kata-kata yang dipilih penyair saat mengekspresikan puisi.
  3. Gambar: Susunan kata dalam puisi mengungkapkan pengalaman indrawi penyair, dimulai dengan mendengarkan, merasakan dan melihat. Hal ini dapat mempengaruhi pembaca seolah-olah merasakan apa yang ada dalam puisi tersebut.
  4. Kata konkret: Bentuk kata yang dapat ditangkap oleh indera manusia. Jadi itu menciptakan gambar. Biasanya berupa kata kiasan atau imajiner.
  5. Gaya Bahasa atau Majas: Penggunaan bahasa yang dapat menimbulkan efek dan juga konotasi tertentu yang bisa mengandung banyak makna. Misalnya saja, majas metafora, repetisi, pleonasme, ironi, dan lainnya.
  6. Rima atau Irama: yakni persamaan bunyi dalam penyampaian puisi, baik itu di awal, tengah, atau di akhir puisi.

Contoh Kumpulan Puisi Tentang Alam

Berikut ini adalah beberapa contoh puisi tentang alam yang dapat dijadikan sebagai referensi saat ingin membuat puisi, antara lain:

1. Senja Yang Indah

cahaya keemasan di cakrawala
di ufuk barat saat senja
mataku terbelalak saat melihatnya
Keindahan Pencipta

Matahari siap terbenam
Mengundang ketenangan malam
tarik napas dalam-dalam
Sempurnakan keindahan malam

Violet yang indah terlihat kuning
Gradien warna seperti lukisan
Di sudut langit berawan tipis
dekorasi terbesar yang pernah ada

2. Sang Bulan Mengusap Lukaku

Senyum manis bulan menyapaku
Begitu indah mekar suasana hatiku
Aku terdiam sejenak
Lihatlah keindahan yang tak pernah lelah

cahayamu menembus kegelapan
Bawa cahaya sepanjang malam
Aku menikmati cahayamu menghangatkan malamku
buat hati ini bahagia

Bulan, sentuh jiwaku
Siapa yang sangat gugup di penghujung hari?
Hapus ketegangan romantis di dada ini
Keringkan hati yang patah ini

Bulan, melihatmu membuatku mengerti
Keindahan ini tidak selalu perlu didekati
Kecantikan seperti ini tidak selalu harus dimiliki
tapi hanya untuk dilihat dan dihargai

3. Senja, Keindahan Yang Tidak Terganti

hari mulai berganti
Warna langit berubah jingga
Burung bergiliran terbang di tengah jingga yang berangsur-angsur mencair di langit
Siapapun yang melihatnya akan takjub melihatnya
waktu berlalu
Oranye perlahan terkikis

masih dalam refleksi pagi
ketika burung berkata manis
menyanyikan kicau sedih
Tentang alam hari ini

memiliki sepotong surga
Melukis di alam keindahan
Langitnya biru dan indah
Awan pergi bersama angin

Nasi membungkuk dengan rendah hati
Sebarkan di karpet kuning di sawah
gunung yang megah
Deretan pohon hijau menunggu matahari

Inilah Indonesiaku, sepotong surga yang Tuhan berikan kepada bangsa kita
Inilah Indonesiaku, keindahan Tuhan yang terukir di kanvas negeriku
Inilah Indonesiaku, Indahnya Rumah Penghias Tanah Airku
Inilah Indonesiaku, Tanah Kebanggaan Perpisahan Sampai Akhir Kematian

4. Puisi Awan

bertebaran di langit
putih, abu-abu dan hitam
warna cemerlang
melambai

sangat tebal dan indah
Bahkan bagaskara tidak terlihat
pelangi terlihat tidak lengkap
karena selimut menutupinya

itu jauh
menutupi alam semesta
halus dan padat
berputar-putar

cantik tanpa kepura-puraan
aku ingin memeluknya
Lembut dan menawan
luar biasa cantiknya

5. Puisi tentang Sawah

Sawah di bawah emas murni
sawah melambai, mengabaikan kendur
Angkat suara krisan
Senang di dengar, rekonsiliasi hati

Air sungai bersinar, mempesona
semprot busa pelangi
selamat mandi anak
mengejar teriakan kegembiraan

Langit biru sangat bersih
Burung rajawali
sendirian di udara
daun alang-alang gemerisik
dalam angin cinta
ayam jago berkokok di udara

6. Puisi tentang Panorama Gunung Pagi Hari

Udara dingin amat membeku
Kabut tipis masih melayah-layah
Perlahan-lahan bangkit sang surya
Cahayanya menembus alam semesta
Kicau burung mulai terdengar
Menemani pagi yang datang
Suasana pun disemarakkan
Agar manusia penuh kebahagiaan
Dari rumah-rumah penduduk
Terlihat asap mulai mengepul
Menanak nasi di pagi hari
Untuk sarapan di pagi ini

7. Keindahan Kaki Gunung

Di kaki gunung nun jauh di sana
Ada hamparan dari sawah
Warnanya menghijau
Menyejukkan pandangan mata
Angin semilir tiada henti
Menerpa ke wajah para petani
Sembari membersihkan padi
Agar panen di tahun ini membuahkan hasil
Burung-burung berlarian
Dari pucuk-pucuk dahan
Kadang-kadang mereka menggoda
Petani yang istirahat di Gubuk Tua

8. Kesegaran Udara Pegunungan

Kubentangkan kedua tanganku
Di puncak gunung berwarna biru
Memandang dari ketinggian
Hamparan bumi penuh keindahan
Kupejamkan mata kuhirup udara
Udaranya pun kuhirup dalam dalam
Agar memenuhi rongga dada
Aku pun merasakan kesegarannya
Inilah alam pegunungan
Sangat bersih dan segar
Jauh dari polusi
Yang bisa menyakiti diri

9. Puisi tentang Keindahan Alam di Pagi Hari

Ku buka mata
Cahaya pagi menembus kaca jendela
Semerbak mawar merah dan putih merekah
Ku buka jendela
Ku hirup udara nan segar
Melihat kabut tebal yang masih menyelimuti bumi
Setetes embun membasahi daun
Kicauan indah terdengar di telinga
Angin menembus halus menembus kulit
Ku lihat awan seputih melati
Dan langit sebiru lautan samudra
Kini ku siap menghadapi hari yang baru dan indahnya bumi

10. Puisi tentang Hutan yang Indah

Air dangkal kujalani
Tubuh yang basah mulai kukeringkan
Akar-akar pohon memakan air dan hujan telah tiada
Kemarau menyambut
Untuk keseimbangan alam
Merdunya burung-burung bernyanyi
Hari baru sebagai tandanya
Aku terpana akan buaian ini
Hanya millikku saja
Sejenak aku menutup mata
Sejenak membentangkan tanganku
Bahagia kurasakan, sejuk, dan bahagia

11. Lukaku Diusap Sang Bulan

Aku melihat senyuman manis sang bulan seakan-akan menyapaku
Senyumannya terlihat sangat indah membuat hatiku serasa mekar
Aku pun terdiam

Memandang indah sang bulan yang tidak pernah jemu
Sinarnya seakan-akan mengusir gelap malam ini
Kunikmati cahayanya menghangatkan tubuh dan malamku
Serta hati ini terasa bahagia karena ia menyinari malam ini
Bulan, kenapa kau memandangku seperti itu?
Membuatku tidak mengerti dibuatnya

Bahwa setiap keindahan tidak harus senantiasa didekati
Bahwa keindahan tidak harus senantiasa dimiliki
Namun hanya sekedar untuk dipandang dan dikagumi dari kejauhan

12. Kemana Perginya Alam Lestari

Dulu sering ku lihat hamparan hijau sawah beratapkan langit biru
Kiri kanan sawah, tengahnya sungai
Di antara gunung matahari terbit malu-malu
Namun sekarang kemana?

Lapisan tanah becek berwarna coklat setiap habis hujan
Kini tanahku berwarna abu
Lama kucari tanah becekku
Tapi kenapa sekarang tak nampak?
Cemara kehidupan tinggi menjulang

Menjadi rumah bagi banyak hewan buatan Tuhan
Sekarang cemaranya tidak berwarna hijau dan teduh
Tetap tinggi tapi banyak jendela, banyak lampu
Mengapa bisa begitu?

Sering banjir, sering longsor
Di barat ada asap bikin marah tetangga
Padahal dahulu tidak begitu
Ibu pertiwi cuma tersedu tapi tidak malu
Sayang sekali ibu pertiwi kini tidak hanya sedih
Menanggung pilu sambil tertatih
Anak-anaknya nakal semua
Biar dimarahi tapi tak pernah jera

13. Puisi tentang alam Pantai

Di tepi pantai kupejamkan mata
Lelah tak tau harus berbuat apa
Tergeletak di hamparan pasir
Dihiasi dengan ribuan sampah

14. Dari Bentangan Langit

Dari bentangan langit yang semuIa
Kemarau itu datang kepadamu
Tumbuh perlahan
Berhembus amat panjang
Menyapu lautan

Mengekal tanah berbongkahan menyapu hutan!
Mengekal tanah berbongkahan! Datang kepadamu
Ia, kemarau itu dari Tuhan, yang senantiasa diam dari tangan-Nya.
Dari tangan yang dingin dan tak menyapa yang senyap.
Yang tak menoleh barang sekejap.

Kesimpulan

Demikian penjelasan mengenai puisi tentang alam dan contohnya. Semoga bermanfaat yaa. Terima kasih**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *