Puisi Guru

10 min read

Puisi guru singkat pendek

Puisi Guru – Mungkin bagi guru sering menjadikan judul tugas puisi untuk sahabat bagi murid sekolah untuk anak Sekolah Dasar (SD) kelas 1 sampai kelas 6 dan TK sampai dengan SMP – SMA sebagai ungkapan atau rasa perhatian untuk siswa siswi nya kepada guru tercinta supaya lebih peduli.

Ada banyak Contoh kumpulan judul puisi untuk guru terlebih puisi untuk guru SD dan TK, Puisi Guru Tercinta, puisi guru singkat, puisi guru perpisahan, Puisi guru untuk Murid sampai puisi guru tersayang dalam 3 bait saja.

Baca juga : Puisi Tentang Ibu

Kita tahu menjadi guru di sekolah bukanlah hal yang mudah dalam suatu pekerjaan, penuh dengan perjuangan dan pengorbananan, yang tidak jarang para siswa dan siswi sadari. Semoga dengan cara sederhana ini, Kumpulan puisi puisi pendek tentang guru dan menjadi sebuh cara untuk menunjukan rasa hormat dan terima kasih kepada guru.

Puisi Guru Singkat

Ada beberapa kata pusisi yang pendek dan panjang serta singkat untuk kamu yang lagi mencari kumpulan puisi untuk guru disekolah

Puisi Guru Singkat
Puisi tentang guru

Pena Guru

Pena guruku
Tidak sempat bosan menari- nari di diriku
Menuliskan banyak corak di jiwaku
Coretan lembut, hangat memegang kalbuku
Pena guruku hebat
Karna penanya saya tak telat
Tugas- tugasku tidak lambat
Walaupun panas matahari menusuk sampai hujan lebat
Pena guruku sangat mengagumkan
Saya juga terbuai angan
Dunia hendak kuguncangkan
Mengarah suatu pencapaian
Kuingin penaku semacam miliknya
Menggoreskan, melukiskan serta memberi warna anak bangsa
Hasil penamu kan kujunjung penuh makna
Kaulah Si penaku yang berjuang sepenuh jiwa.

Guru dalam sandera

Guru…
wujud insan yang begitu mulia
dia rela menghabiskan waktunya demi anak bangsa
tidak memahami letih,
cuma semangat, asa serta doa yang keluar dari bibirnya
demi mencerdaskan anak bangsa
saat ini dia sudah disandera
disandera hendak beribu administrasi
dia tidak sering bercengkerama dengan siswa- siswanya
dia hanyut apalagi tenggelam hendak administrasi
demi kesejahteraan yang mau diraihnya
saat ini dia sudah disandera disandera hendak bermacam aturan
sampai dia segan buat mendidik anak bangsa
dia terbelenggu…
tidak cuma itu, rayuan dilema merasuk dirinya
kala nurani berbisik buat mendidik dengan ikhlas
hati kecilnya juga berkata
“ tidak takutkah engkau dengan jeruji besi?”

oooh guru…
hingga kapankah engkau hendak senantiasa disandera?

Sinaran si mentari

Ciri tuk mengawali hari- harimu
Tidak terdapat kata letih dari dirimu
Kata semangat yang kau ingatkan kepadaku
Guruku
Jasa- jasamu yang saya ingat
dikala saya berputus asa
Perjuangan besarmu yang saya kagumi
Kesabaranmu yang jadi karakteristik khas mu
Ohh guruku
Senyum semangatmu
Amarahmu
Kesabaranmu
Yang jadi ciri kedatanganmu
Ilmumu
Yang sudah kau bagikan kepada seluruh anak didikmu
Mudah- mudahan hendak berguna buat seluruh orang
Terima kasih guruku
Jasamu hendak kukenang selamanya.

Guru merupakan kunci

Guru merupakan kunci
Yang membuka wawasan
Kau yang jadi petunjuk buat membentuk metode pikir
Kau merupakan satu- satunya
Kau bak penggembala
Yang melindungi domba- domba senantiasa di jalurnya
Kau, guru, membalik halaman
Dari suatu novel besar
Kau mendidik kami
Terima kasih guruku,
Sudah mendidik kami
Dari sekumpulan manusia, engkau istimewa.

Kau Suruh Aku Guru ku

Kau suruh kudengar hatiku
Tetapi hatiku tidak bersuara
Kau suruh kumenunggu
Tetapi kutak sabar
Kau suruh kumembaca
Tetapi tidak terdapat apa- apa
Kau suruh kuberhati- hati
Memangnya saya gegabah?
Kau menyuruhku jangan menangis
Memanglah saya wajib gembira tiap dikala?
Kau menyuruhku buat jadi pemaaf
Kau kira itu mudah?
Kau beri ketahui saya banyak hal
Tetapi dikala itu saya tidak paham
Saat ini saya telah berkembang, tetapi kau tidak terdapat lagi
Serta saya berharap kau masih menyuruh- nyuruh saya.

Solusi Guru

Kenapa hitam gulita menyelimuti
Kenapa saya terikat mati rasa
Kesuraman betapa biadabnya kehadiranmu!
Kenapa terdapat banyak tipu energi tanpa terdapat kejujuran
Pikiranku perlu sinar!
Tuhan, bakarlah jiwaku
Bakar dengan ilmu, filosofi, serta kebijaksanaan
Bakar serta terangi wawasanku
Tuhan Mengatakan,“ Makhlukku!”
“ Pembelajaran merupakan api
Yang hendak membuat kamu lebih tinggi
Serta guru merupakan orang
Menyinarimu dengan sinar.”

Senyum Guru

Senyum terang yang menular
Dilengkapi dengan hati emas yang sempat redup
Bagaikan panutan kau membuat standar yang tinggi
Tetapi senantiasa kau ajarkan pantang menyerah pada kami
Bagaikan sahabat kau membantu
Mencapai angan yang awal mulanya mustahil
Bagaikan guru kau memotivasi
Supaya saya senantiasa membagikan yang terbaik
Kau senantiasa terdapat menolong murid lainnya
Mendahulukan anak, semacam bunda mereka
Kau begitu dicintai,
Senantiasa atensi serta ramah
Kau senantiasa mendampingiku
Entah saya mau ataupun tidak
Serta oleh sebab itu
Kutahu kau senantiasa mendukungku
Caramu membimbing mau kutiru
Serta sesuatu dikala saya kan jadi guru
Saya hendak membimbing semacam dirimu

Rindu Guru

Di keheningan malam yang gelap
kau beriku obor kehidupan
Walaupun cuma bertahan satu malam
Tetapi bermanfaat buat kehidupanku
Di teriknya panas siang hari
Kau beriku keteduhan
Walaupun cuma sekejap kurasa
Tetapi senantiasa kurasakan dalam hidupku
Jasa yang tiap kau lakukan
Tidak ubahnya kasih sayang
Tidak sempat mengharap balas
Sebab kau pahlawan kehidupan
Baru kusadari
Betapa beratnya kau jadi guru
Perlu waktu serta tenaga super
Sebab muridmu saat ini telah jadi guru
Sepertimu…

Baca juga:  8 Situs Nonton TV online live streaming bola No Buffering

Terima Kasih Guru

Terima kasih guru
Berkatmu saya tau aksara
Berkatmu saya mengerti logika
Berkatmu saya paham bahasa.

Terima kasih guru
Jasamu telah mencerdaskanku
Jasamu telah membuatku mengerti khazanah
Jasamu telah membuatku jadi orang yang bukan bodoh.

Terima kasih guru
Sebab keringatmu
Sebab suaramu yang habis
Saya jadi manusia.

Terima kasih guru
Kami ketahui rasa lelahmu mendidik kami
Kami ketahui betapa nakalnya kami
Sebab seperti itu maafkanlah kami guru.

Terima kasih guru
Guru terima kasih buat jasamu
Terima kasih buat seluruh yang sudah kau beri
Mudah- mudahan tuhan membalas seluruh jasamu.

Tanya ku Guruku Sayang

Kutanya dia, Kenapa kau amat lembut?
Dia menanggapi,
Supaya kau damai
Kutanya dia,

Kenapa kau sangat ramah?
Dia menjawab
Supaya kau belajar berteman

Kutanya dia,
Kenapa kau senantiasa turut campur urusanku?
Dia menanggapi,
Supaya kau belajar buat hirau!

Kutanya dia,
Kenapa kau senantiasa sopan?
Dia menanggapi,
Supaya kau belajar tata krama

Kutanya dia,
Kenapa kau senantiasa menyemangati?
Dia menanggapi,
Supaya kau yakin diri

Kutanya dia,
Kenapa kau senantiasa toleran?
Dia menanggapi,
Supaya kau belajar sabar

Kutanya dia,
Kenapa kau senantiasa memaafkan saya?
Dia menanggapi,
Supaya kau menghargai makna maaf!

Kutanya dia,
Kenapa kau yakin?
Supaya kau belajar kesetiaan

Kutanya dia,
Kenapa kau senantiasa positif?
Dia menanggapi,
Supaya kau siuman bila senantiasa terdapat harapan!

Kutanya dia,
Kenapa kau senantiasa sempurna?
Dia menanggapi,
Supaya kau jadi sempurna
Kemudian kutanya lagi,

Kenapa kau meninggalkan ku?
Dia menanggapi,
Supaya kau belajar mandiri!
Dengan marah kubertanya,
Kemudian kenapa kau membiarkanku mempunyai ikatan erat denganmu?

Dia menanggapi,
Supaya kalian mempunyai orang yang dapat jadi tempatmu menceritakan

Kenangan indah bersama Guru

Duduk kembali di sofa dalam kelas berbau kapur serta lem,
Pikirku melayang ke masa di mana saya benci bangun pagi
Senantiasa tidak tabah saya menunggu waktu pulang
Awal mulanya saya merupakan anak yang sulit
Kemudian tiba guru spesial
Yang awal kali yakin serta membimbingku
Yang awal kali menampilkan betapa serunya sekolah
serta saya pandai serta dapat berguna
Membuatku awal kalinya menyayangi pendidikan
serta saat ini saya terus menjadi tua serta terus menjadi bijak

Pusisi Guruku

puisi guru pendek terbaru
puisi pendek untuk guru

Pengorbanan Mu Guru

Guruku,
Tiba di kegelapan
Kau dengan kesabaran
Sirami perilaku perjuangan

Oh guruku,
Jasa tidak terkira
Pengorbanan tidak terhingga
Ku kenang kini

Guru Pahlawan Ku

Guruku,
Begitu jasamu
Untuk nusa bangsa
Namamu hendak selalu
Dalam sanubariku

Oh Guruku
Betapa besar jasamu
Meski seluruh orang bilang, kau pahlawan tanpa ciri jasa
Tanpa memahami letih mengajarkanku
Membuat kanak- kanak jadi pintar

Oh guruku
Kau memanglah pahlawan
Meski tanpa ciri jasa
Kau senantiasa mengarahkan kami
Demi masa depan kami buat bangsa negeri kami

Oh terima kasih guruku

Guru Kau Tajam Seperti Pisau

Seseorang guru mengenalkan kita pada perihal baru dalam kehidupan,
mengasah kita setajam pisau
Seorang yang berikan pemikiran baru
Membuat kita menggapai puncak
Berikan kita penerbangan yang hebat

Guru
membuat manusia
jadi makhluk terpandai serta terhormat

Kata Orang

Orang kata guru itu penat
Pendapatan tidak seberapa kerja berlambak
Saya kata guru itu rehat
Mengajar tidak seberapa tetapi penuh berkat
Kerja sekerat- sekerat pahala penuh sendat
Ilmu yang dicurah tidak bisa disekat
Kian dicurah kian mendekat
Orang kata guru itu sangat bosan
Tiap tahun muka sama tiap bulan
Saya kata guru itu sangat riang
Sekali mengatakan murid ketawa girang
Apabila berjaya murid terus menjulang
Jasa bakti tidak sempat lenyap

Aku Meniru Mu Guru

Bagaikan sinar di hitam malam
Bagaikan tetes embun di padang gersang

Kehadiranmu..
Leburkan ilmu dalam benakku
Saat ini saya nyaris ketahui segalanya

Guruku
Padamu saya berguru
Padamu saya meniru

Jika bisa Melihat

Bila saja kau dapat memandang seberapa banyak senyum yang kau membawa padaku
Bila saja kau dapat memandang seberapa besar bantuanmu padaku
Bila saja kau dapat memandang seberapa kerap kau membantuku
Hingga kau dapat memandang gimana diriku memilikimu bagaikan guru
Kau bantu saya dengan masalahku
Kau bantu saya dengan seluruh pekerjaanku
Kau membantuku jadi orang terhormat
Kau membuatku menyadari betapa beruntungnya hidupku
Saya kan senantiasa bangga mengakuimu bagaikan guruku

Guru Ku Tersayang

Guruku
Engkau senantiasa tabah dalam menghadapi ku..
Engkau senantiasa sabar membagikan ilmu..

Oh guru ku..
Engkau senantiasa sayang kepada ku
Walaupun saya membuat kamu marah..

Oh guru ku..
Engkau memilah ku ataupun membimbing ku dijalan yang lurus..
Engkau membuat ku sukses sampai dikala ini.

Guru ku

Kaulah pahlawan tanpa ciri jasa
Yang tidak letih mengajari ku..
Merelakan waktu rehat nya
Cuma buat mengajari ku..

Oh guru ku..
Engkaulah pahlawan ku..
Saya tidak dapat semacam ini tanpa mu..

Guru ku..
Terima kasih atas jasa- jasa
Yang engkau bagikan sepanjang ini..
Oh wahai guru ku..

Guruku Tercinta

Kau merupakan sumber ilmu ku..
Kaulah pembimbingku..
Kaulah yang mendidikku
Dengan tabah serta tulus..

Guruku..
Sangat besar jasamu..
Kau yang tidak sempat bosan
Dalam mengajar serta membimbingku..
Engkau pahlawan tanpa ciri jasa..

Guruku..
Terima kasih..
Atas seluruh jasa- jasa
Serta engkau pahlawanku..

Guruku

Tiap hari kau untuk ilmumu
Dengan keihlasan serta kesabaran
Tiap hari kau bimbing aku
Dengan nasehatmu yang penuh makna
Guru ku
Tidak sempat letih kau ajar aku
Senantiasa semangat tiap tugas mu
Guruku terimakasih
Atas seluruh pengorbananmu untukku
Maafkan salahku bila kau sempat terluka dengan kataku
Guruku… kau tidak kan sempat terlupakan dalam hidupku

Baca juga:  Fitur, Fungsi, Cara dan Apa itu Cloudflare ?

Si guru

Tentang kegelapan…
Tentang buta pada era dulu kala.…
Tentang kebodohan yang merajalela….
Serta tentang wujud penumpas itu semua….
Yakni si guru….
Wujud yang ikhlas berbagi ilmu….
1, 2, 3, 4 serta seterusnya….
Harapnya senantiasa tidak lekang dimakan usia….
Senantiasa tidak basi dari suatu tradisi….
Ia senantiasa mulia…

Dengan seluruh wibawanya….
Masa depan?
Jangan kau tanyakan….
Saya serta kamulah si harapan…
Jadi lebih hebat dari apa yang dia ajarkan….
Hingga genggamlah apa yang dia percayakan…
Pahlawan yang terlupakan
Cermatilah sajak simpel ini, kawan
Sajak yang terkisah dari wujud simpel pula
Wujud yang terkadang terlupakan
Wujud yang kerap tidak dianggap
Yakni pahlawan yang tidak mau diucap pahlawan
Terka- lah rasanya siapa pahlawan ini
Ingatlah lagi rasanya apa jasanya
Dia tidak mengerti genggam senjata api Dia tidak bertarung di medan perang
Ucap, tabah serta kata hati jadi senjatanya
Keberhasilanmu kawan, seperti itu jasanya
Cerdasmu serta cerdasku itu pula jasanya
Bukan dia yang diharap menang
Tetapi suksesmu serta suksesmulah menangnya
Dapatkah rasanya jawab siapa pahlawan ini
Karenanyalah kudapat tulis sajak ini
Karenanyalah kau bisa baca sajak ini
Juluknya yakni pahlawan tanpa ciri jasa
Bisa jadi sudah teringat olehmu kawan
Bisa jadi sudah kau terka jawabnya
Yakni pahlawan serta orang tua kedua
Yakni guru, si pahlawan yang terlupakan.

Jangan ajari saya korupsi, guruku

Kureguk ilmumu di dikala saya dahaga hendak ilmu
Kurasakan hangat kasih sayangmu kala engkau tebarkan teladan buat anakmu.

Senyum sapa salammu setia menyongsong kedatanganku
Tanpa tahu letih engkau tebarkan kebajikanmu
Saya bisa jadi bukan anak yang pintar
Saya mau meraup ilmu yang engkau ajar
Ilmumu saya goreskan dengan ujung pena
Di atas novel kusimpan jejak tulisanmu penuh rasa
Kuhayati tutur katamu dengan sepenuh jiwa
Saya ke sekolah bukan mau mengumpulkan pundi- pundi angka
Saya bisa jadi bukan anak yang layak menyandang juara
Saya cumalah anak negara yang mau melukis masa depan dengan penuh asa
Saya mau membekali diri dengan ilmu yang kau semaikan sejauh masa
Saya mau guruku berikan angka apa adanya
Bukan angka basa- basi supaya saya nampak anak digdaya
Menipu diriku… orang tua… serta segala bangsa
Walaupun saya ketahui guruku khawatir dikatakan kandas mendidik anak bangsa
Terpaksa berikan angka yang cetar membahana
Di dasar ancaman tunjangan takkan cair jika anak diberi angka apa terdapatnya.
Guruku… jangan ajari saya korupsi
Beri kami angka cocok fakta yang engkau miliki
Seperti itu wajah kami yang masih wajib belajar lebih keras lagi
Supaya negara ini nanti melahirkan generasi emas yang hakiki
Sanggup berdikari taklukkan dunia yang makin berkompetisi
Bukan emas palsu yang menipu diri sendiri.

Guru

Guru,
kau laksana bunga berembun sejuk
bagaikan bunga bermekar indah
bagaikan langit berawan senja

Guru,
jasamu sangat tidak kulupa
jasamu tidak terhingga
mengajar tanpa pamrih

Guru,
apa yang wajib ku balas dari kebaikanmu
guru bunda di sekolah
melakukan terbaik demi muridmu ini
Engkaulah bunda kedua kami
kau habiskan separuh hari
cuma buat mendidik kami

Guru,
kuucapkan terimakasih padamu.
Guruku pelitaku
Kala aku t’ lah lelah
Menjajaki langkah nasib
Yang senantiasa berjalan
Tanpa arah tujuan
Kala aku tidak tahu
Langkah apa yang wajib kuambil
Supaya aku mampu berguna
Untuk Nusa serta Bangsa
Engkau datang untukku
Buat menampilkan seluruh ilmu
Buat mengajarkanku
Apa yang tidak kuketahui

Guruku,
Engkaulah pelitaku
Di kala aku dikelilingi kebodohan
Pula ketidaktahuan

Guru

Tidak tahu letih kau bekerja
Di kala hatiku mulai lelah
Kau senantiasa memantapkan kami
Membagikan bekal untuk
Masa depan kami kelak
Wahai guruku
Engkaulah sinar pelita
Pencerah di dalam kegelapan
Kaulah jagoan tanpa ciri jasa
Yang tidak mengharapkan balas jasa
Kau yang mengajariku semua
Kesederhanaan, kesopanan, dan tanggung jawab
Berkat usahamu mendidikku
Saya mampu mengetahui
Apa yang tadinya tidak kuketahui

Terima kasih guruku
Atas seluruh usahamu
Tidak hendak kulupakan besar jasamu
Guruku sinar pelita
Kau ialah pahlawanku

Guruku

Guru,
kaulah pendidikku
kaulah pengajarku

kaulah pembimbingku
dan orang tuaku di sekolah

Kau yang senantiasa mengarahkan kami hendak ilmu
menulis, membaca, bermain, dan berhitung

kau tidak sempat lelah
kau tidak sempat mengeluh
namun kau senantiasa mengarahkan kami dengan kesabaran

Guru,
kaulah jagoan tanpa ciri jasa
kaulah pelita pencerah dalam gulita
jasamu tiada tara
mengajar hingga kami nanti efektif untuk masa depan kami

Guru,
terimakasih atas seluruh jasamu
tanpamu kami tidak tau hendak ilmu
kami tidak tau menulis, berhitung, serta membaca
terima kasih guru guruku.

Kepada: guruku

Kulihat kau berdiri di pelupuk mataku
Mengantarkan pesan waktu
Tatkala tatapan bertemu
Saya menangkap sejuta sinar darimu
Sinar ilmu makin merasuk ke benakku
Apalagi saya berharap dia jadi segumpal daging
Kau pelita di gelap legamnya jiwaku
Laksana tetesan air di gersangnya gurun pasir

Duhai guruku
Kau halaman Kehidupan
Berjuta ilmu kau tanamkan
Tanpa letih serta putus asa
Berjuang mencerdaskan generasi bangsa
Kau memiliki laut yang terpenuhi dengan mutiara- mutiara ilmu
Izinkan saya melayarinya, sehingga matiku penuh ketenangan
Hidup kamu penuh perjuangan
Hingga, tidak berdosa bila saya memberimu gelar pahlawan.

Bersamamu, guruku

Kala saya memandang langit
Tingginya takkan bisa kuraih berjinjit
Tetapi tatkala saya menatapnya bersamamu, guruku
Saya bisa mencapai cita setinggi itu
Kala saya memandang samudera
Hamparan luasnya takkan dapat kupeluk di dada
Tetapi tatkala saya memandangnya bersamamu, guruku
Saya dapat merangkul mimpi seluas itu
Kala saya memandang gunung
Beratnya takkan sanggup kupikul di punggung
Tetapi tatkala saya melihatnya bersamamu, guruku
Saya sanggup mengangkut ilmu seberat itu
Seperti itu besar, luas serta bertanya jasa yang kau terima
Berkatmu. Kumantap, kumemandang, kumelihat sisi lain dunia
Tuk mengubahnya jadi bekal kehidupan
Hingga setinggi langit, seluas samudera serta seberat gunung
Terhatur terima kasih untukmu, guruku.

Baca juga:  12 Cara memperbaiki lampu led mati total dengan peralatan rumah

Pipit kecil

Dini jumpa kita Kami bukan siapa- siapa
Cuma pipit kecil dengan paruh menganga serta sayap separuh terbuka
Kami cuma berputar… berputar…
Serta hinggap di pundak ilmu guru- guru kami
Dini jumpa kita Kami bukan apa- apa
Cuma sobekan- sobekan kertas tidak bermakna
Menunggu tangan- tangan kuat serta jemari lentik guru kami
Merangkainya jadi novel yang pantas diperhitungkan
Guruku… simaklah pipitmu
Kami sudah seperkasa garuda, selincah merpati
Dengan ilmu serta petuahmu
Picing mata nanar sudah sejelita mentari siang hari
Langkah seok… sudah mantap menapaki jalur tajam beronak

Saat ini pipitmu…
Sudah siap terbang… terbang memetik cita- cita kehidupan
Ia meninggalkan
Secuil sejarah hidup kami di mari.

Guruku yang hebat

Gimana tidak hebat rutinitas pagi wajib serba hemat

bangun tepat
mandi cepat
makan pagi kalo sempat
guruku hebat

jam 05. 00 telah wangi
menjemput si pelangi
mengantarkannya mencapai mimpi
demi bunda pertiwi

guruku hebat
bertahun tahun menahan diri
dari kemauan hati
dari nafsu yang menghampiri
walaupun kadangkala makan hati

guruku hebat
bagimana tidak hebat
masing- masing hari menopang martabat
walaupun kadangkala tidak bersahabat
tetapi senantiasa kuat

guruku senantiasa hebat…
dalam kekurangan senantiasa bertahan
dalam kesederhanaan senantiasa diam
dalam kesuksesan senantiasa sopan
dalam kemakmuran senantiasa tenang

guruku memanglah hebat
walaupun bukan konglomerat
tetapi tidak melarat
walaupun bukan bangsawan
tetapi senantiasa menawan

guruku hebat
mendidik anak negara sepenuh hati
mengarahkan budi pekerti
supaya jadi insan yang bernurani
tanpa wajib menyakiti

guruku senantiasa yang hebat
pendapatan kecil tidak sakit hati
pendapatan lumayan tidak sombong diri
walaupun banyak yang sakit hati
karna guru bisa sertifikasi

guruku memanglah hebat
sebab sertifikasi dituntut kompetensi
jika tidak ingin diamputasi
oleh penguasa negeri

yang“ katanya” baik hati
guruku memanglah hebat
walaupun mutasi serta gandanya kompetensi mengecam diri
tidak menjadikannya patah hati
mengabdikan diri buat negeri
sembari menunggu panggilan Surgawi.”

Guru

Untukmu para guru;
Yang sudah menghasilkan& menjadikan generasi- generasi penerus bangsa yang bertanggung jawab

Buat negara tercinta Indonesia
Tidak sempat letih dalam mendidik
Meski kadangkala kuatnya raga lagi tidak bersahabat
Seluruhnya kau peruntukan semangat yang berkobar dalam suatu filosofi;

“ Tuntaskan Kebodohan”

Demi kemajuan bangsa

Bagiku;
Kau bukan cuma hanya Patriot Pahlawan Bangsa yang Tanpa Ciri Jasa
Tetapi, kau lebih daripada itu
Sebab tidak hendak terdapat bangsa ataupun negeri yang hebat di jagat ini
Tanpa dedikasi yang sudah kau ukir dalam jiwa mereka
Teruslah berjuang

Teruslah kau berjuang wahai para guru, biarpun namamu tidak tertulis dalam alur Cerita Pahlawan Bangsa
Tetapi percayalah;
Kau hendak senantiasa jadi Pahlawan di Hati Para Anak Negeri

Harum namamu;
Bak harum nama para pahlawan yang berjuang buat senantiasa kokohnya Indonesia
Cahaya pelita pengabdianmu;

Tidak hendak sempat padam hingga kapanpun
Untukmu wahai para guru;

Suatu perkataan terima kasih yang tidak terhingga dariku buat hakikat dedikasi Tanpa Ciri Jasa.

Guruku

Guru merupakan pahlawanku
Guru mengajariku
Guru mendidikku

Guruku…
Saya senantiasa membanggakanmu
Saya senantiasa mengingatmu

Guruku…
Terima kasih atas kasihmu
Sebab kasih sayangmu
Membawaku ke tempat
yang lebih baik.

Si pencerah dalam gelapku

Tidak sering sempat terdapat goresan luka
Goresan cedera yang menemanimu
Tanpa terdapat kecerahan di wajahmu
Jangan sempat kau sangat memikirkan samar itu
Begitu jauh begitu samat

Saat ini kurangkai kata
Buat seluruh kebersamaan
Yang sempat ada
Kelas tua itu jadi saksi
Saksi atas seluruh tindakanku
Prestasi serta kenakalanku
Saya rindu pada seluruh yang kulewati
Kau senantiasa terikkan perangi kebodohan
Majulah serta berprestasilah himbauanmu
Semacam tidak terdapat buat terima kasihku
Kepada ayah guru kepada bunda guru
Pembawa sinar pencerah gelapku

Hari masih sangat panjang
Jalur masih jauh
Cita- cita wajib ditegakkan
Cita- cita wajib digapai
Terima kasihku untukmu.

Tombak keberhasilanku

Pena menari di atas kertasku
Menuliskan tiap kata yang kau ucapkan
Membagikan secercah sinar dalam kegelapan
Menuntunku mengarah jalur kesuksesan
Walaupun lelah nampak di wajahmu tidak menghapus semangatmu
Kau senantiasa mendampingiku mengarah cita- citaku
Mengajariku hal- hal baru
Dengan tabah kau membimbingku
Walaupun perilaku nakalku terkadang mengganggumu
Sangat besar pengabdianmu
Buat mencerdaskan generasi mudamu
Terima kasih kuucapkan untukmu

Guruku…
Kau merupakan orang tua keduaku
Kan kukenang senantiasa jasamu
Sekali lagi kuucapkan terima kasih untukmu
Mudah- mudahan senantiasa senang hidupmu
Kebaikan hendak senantiasa menyertaimu.

Pesan buat guruku

Dalam lirih keluh di bibirku
Saya benar tidak iktikad membencimu, wahai guruku
Ego kami masih bangkitkan ragu
Jengkel serta bosan terus menipu, hati ini larut membisu
Di relung terdalam, saya pula sempat sadar

Kelabunya di mataku, kau tetaplah pengajar
Mengalirkan bakti tanpa ingkar
Demi negara supaya tidak buyar

Guruku
Maksudku sampaikan rasa tidaklah buat ungkap luka
Engkau merupakan pelita cerah, dikala kau sanggup berkelana
Merangkul segala siswa tanpa pilah cinta
Bercengkerama bak sohib serta senantiasa beretika.
Terima kasih kuucapkan
Buat segala pembangun insan cendekiawan
Sang petutur ilmu dari goresan awan
Penuh kasih nan tulus senantiasa kau berikan

Guruku
Kau merupakan jingga, wujud inspiratif dalam senja
Kau selayaknya surya, pencerah buat generasi bangsa
Serta kau ibarat gerimis kiranya
Yang nanti menangis memandang kami sukses dengan bangga.

Penutup

Mungkin itu saja beberapa contoh kumpulan puisi guru untuk kamu yang sedang mencari ide untuk membuat puisi di Sekolah. Semoga bermanfaat yaa

Contoh Teks Pidato Bahasa Jawa Singkat

Contoh pidato Bahasa jawa ini bisa kamu gunakan untuk berbagai macam keperluan seperti acara pendidikan, lingkungan, sosial dan peresmian acara tertentu. Teks pidato adalah...
waktubaca
5 min read

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Singkat

Contoh teks laporan Hasil Observasi – Apakah kamu tahu Oberservasi adalah sebuah penelitian yang menjadi teknik salah satu dalam pengumpulan data yang digunakan dalam...
waktubaca
15 min read

Puisi Tentang Ibu

waktubaca
8 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *