10 Film Indonesia Tentang Pendidikan Terbaik

Film Indonesia Tentang Pendidikan

Film Indonesia tentang pendidikan – Film tidak hanya memberikan kesan hiburan. Namun, film juga digunakan sebagai tempat untuk memberikan informasi pendidikan. Dikemas secara kreatif, penyampaian pesan dalam film akan mudah dipahami oleh penonton.

Dengan melakukan itu, ternyata film bukan hanya tentang hiburan. Hal ini terlihat dari film-film yang dibuat oleh anak-anak nasional. Ya, film-film Indonesia ini tentang pendidikan di tanah air. Dari kisah seorang siswa yang tinggal di sekolah kumuh hingga kisah seorang guru bahasa Indonesia.

Kisah-kisah ini dari perspektif pendidikan yang berbeda dibuat menjadi film. Tentunya film-film tersebut sangat menginspirasi dan memberikan energi untuk belajar. Bahkan film biasa pun populer, lho. Jika Anda tidak percaya, lihat ke bawah!

Daftar list Film Indonesia bertema Pendidikan Terbaik

Berikut ini beberapa daftar list rekomendasi film tentang pendidikan mulai dari film bioskop, film tentang menginspirasi diri, film tentang tema pendidikan karakter dan lain lain. jadi simak terus ya..

1. Film Di Timur Matahari

Film indonesia inspirasi pendidikan berjudul di Timur Matahari adalah film drama Indonesia yang dirilis pada tanggal 14 Juni 2012. Film ini disutradarai oleh Ari Sihasale. Film ini dibintangi oleh Laura Basuki dan Lukman Sardi.

Film tema pendidikan ini menceritakan ketika tentang Pagi itu seperti pagi hari biasanya. Matahari terbit di timur menyinari pulau ini. Papua, pulau paling timur dari Indonesia, yang cahaya matahari selalu meneranginya terlebih dahulu. Namun, tidak bagi Mazmur, Thomas dan teman-temannya. Pagi itu mereka masih menunggu kedatangan cahaya itu, cahaya yang akan menerangi mereka dari gelapnya kebodohan, tetapi seperti hari-hari yang telah berlalu cahaya itu tak kunjung datang… GURU!

Baca juga:  Film Mirip Seperti 365 Days

Mazmur setiap hari selalu menunggu kedatangan guru pengganti di sebuah lapangan terbang tua, satu-satunya penghubung kampung itu dari kehidupan di luar sana. Kampung mereka berada di daerah pegunungan tengah Papua, yakni daerah yang cukup sulit untuk dijangkau. Pagi itu ia memandang penuh harap ke langit, semoga hari itu ada pesawat yang datang dan membawa guru pengganti karena sudah 6 bulan tak ada guru yang mengajar.

2. Film 5 Elang

Film indonesia tentang pendidikan karakter berjudul 5 Elang merupakan film komedi keluarga Indonesia yang dirilis pada 25 Agustus 2011 yang disutradarai oleh Rudi Soedjarwo serta dibintangi oleh Christoffer Nelwan, Iqbaal Ramadhan, Teuku Ryzki, Bastian Bintang Simbolon, Monica Setiawan, dan Bryant Santoso.

Film indonesia tentang pendidikan berjudul 5 Elang ini menceritakan ketika Baron sangat kesal ketika harus mengikuti orang tuanya pindah dari Jakarta ke Balikpapan. Ia pun memilih untuk menutup diri dari lingkungan barunya dan sibuk sendiri bermain mobil RC.

Namun, karena satu dan lain hal, Baron harus mewakili sekolahnya ikut perkemahan Pramuka dan satu regu dengan Rusdi, pramuka supel yang kelewat optimistis dan kerap kali membuat Baron jengkel.

Bersama dengan anggota lain, Anton si ahli api, dan Aldi si kerdil yang tempramental dan jagoan berenang, serta kedua anak besar yang menjadi ahli fisik. Mereka memulai petualangan barunya di Perkemahan.

Baca juga:  Film Romantis Barat Sedih Terbaik Bikin Nangis

3. Film Tanah Surga…Katanya

Tanah Surga…. Katanya adalah film drama Indonesia yang dirilis pada 15 Agustus 2012. Film ini disutradarai oleh Herwin Novianto. Film ini dibintangi oleh Aji Santosa dan Fuad Idris. Film ini berlatar di Kalimantan Barat (perbatasan Malaysia (Sarawak)–Kalimantan Barat).

Hasyim, mantan sukarelawan Konfrontasi Indonesia–Malaysia tahun 1965 hidup dengan kesendiriannya. Setelah istri tercintanya meninggal, ia memutuskan untuk tidak menikah dan tinggal bersama anak laki-laki satu-satunya yang juga menduda, Haris, dan dua orang anak Haris yang bernama Salman dan Salina.

Hidup di perbatasan Indonesia–Malaysia membuat persoalan tersendiri, karena masih didominasi oleh keterbelakangan dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Masyarakat perbatasan harus berjuang setengah mati untuk mempertahankan hidup mereka, termasuk keluarga Hasyim, tetapi kesetiaan dan loyalitasnya pada bangsa dan negara membuat Hasyim bertahan tinggal.

Haris anak Hasyim, memilih hidup di Malaysia karena menurutnya Malaysia jauh lebih memberi harapan bagi masa depannya. Dia juga bermaksud untuk mengajak seluruh keluarganya pindah ke Malaysia termasuk bapaknya.

4. Film Negeri 5 Menara

Negeri 5 Menara adalah sebuah film garapan Kompas Gramedia production bersama Million Pictures yang merupakan adaptasi dari novel karya Ahmad Fuadi berjudul Negeri 5 Menara. Skenario ditulis oleh Salman Aristo yang juga penulis naskah film Ayat-Ayat Cinta, Laskar Pelangi, Sang Penari . Disutradarai oleh Affandi Abdul Rachman film ini mengambil lokasi syuting di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur, Sumatra Barat, Bandung, hingga London. Film ini dirilis pada 1 Maret 2012.

Alif (Gazza Zubizareta) adalah seorang anak sederhana yang baru saja lulus SMP di Maninjau. Bersama sahabatnya Randai (Sakurta Ginting), Alif ingin melanjutkan SMA di Bukittinggi[1] dan kemudian masuk ke Kampus idamannya, ITB. Namun mimpi tinggal mimpi ketika Amaknya (Lulu Tobing) menginginkan Alif untuk masuk ke Pondok Madani, sebuah pesantren di sudut Ponorogo, Jawa Timur. Walau pada awalnya Alif tidak mau, akhirnya Alif memenuhi pinta orang tuanya, walau dengan setengah hati.

Baca juga:  15+ Film Horor Korea Terbaik Sepanjang Masa 2023

5. Film Laskar Pelangi

Film bioskop indonesia tentang pendidikan berjudul Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2005. Novel ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di Belitung yang penuh dengan keterbatasan.

Laskar Pelangi juga sebuah film drama Indonesia tahun 2008 yang disutradarai oleh Riri Riza dari skenario yang ditulis oleh Salman Aristo bersama Riri dan Mira Lesmana berdasarkan novel berjudul sama karya Andrea Hirata. Film ini diproduksi oleh Miles Films bersama Mizan Productions dan SinemArt.

6. Film Iqro My Universe

Film indonesia tema pendidikan berjudul Iqro: My Universe adalah sebuah film Indonesia tahun 2019 yang disutradarai oleh Iqbal Alfajri. Film tersebut adalah sekuel dari film tahun 2017 Iqro: Petualangan Meraih Bintang dan dijadwalkan rilis pada 11 Juli 2019. Latar tempat pengambilan gambar untuk film tersebut dilakukan di dua negara. Salah satunya di Inggris tepatnya di Leicester dan London serta di Indonesia tepatnya di Jakarta, Bogor, dan Siak di Riau.

Baca juga:  8+ Film Barat Semi Romantis Terbaru 2023

Seorang anak bernama Aqilla (Aisha Nurra Datau) memiliki cita-cita untuk menjadi Astronaut. Opanya (Cok Simbara) yang seorang astronom adalah orang yang sangat dia kagumi. Aqilla banyak belajar dan bertanya pada Opa, yang menjabat di Planetarium Jakarta. Hampir setiap hari Aqilla mendatangi Opa di Planetarium untuk berbincang. Hingga akhirnya Aqilla bertemu dengan Tsurayya (Maudy Koesnaedi), seorang astronaut Indonesia yang sedang melakukan penelitian tanaman untuk dikirim ke ruang angkasa.

7. Film Sang Pemimpi

Sang Pemimpi adalah sebuah film drama petualangan Indonesia tahun 2009 yang diadaptasi dari tetralogi novel Laskar Pelangi kedua, Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Film ini disutradarai oleh Riri Riza dan diproduseri Mira Lesmana.

Pengambilan gambar rencananya dimulai di Belitung (Belitong, dalam bahasa setempat) pada 1 Juli 2009 dan dijadwalkan selesai pada 21 Agustus 2009, dan akan dilakukan di beberapa lokasi di Manggar, Tanjung Pandan, Jakarta, dan Bogor. Film ini rencananya akan tayang di bioskop di Indonesia mulai 17 Desember 2009.

8. Film Semesta Mendukung

Semesta Mendukung merupakan film drama keluarga Indonesia yang dirilis pada 20 Oktober 2011. Disutradarai oleh John De Rantau serta dibintangi oleh Sayef Muhammad Billah, Revalina S. Temat, dan Lukman Sardi. Film ini terinspirasi dari kisah-kisah kegemilangan putra-putri Indonesia mengangkat nama bangsa Indonesia di kancah dunia internasional lewat berbagai Olimpiade Sains.

9. Film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku

Cahaya dari Timur: Beta Maluku (judul internasional We Are Moluccans) adalah film drama Indonesia tahun 2014 yang dibintangi oleh Chicco Jerikho dan Shafira Umm. Film ini dirilis pada tanggal 19 Juni 2014. Diangkat dari kisah nyata, Film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku sejak awal mengambil pilihan untuk menghadirkan gambaran kondisi yang sebenarnya berdasarkan cerita. Pendekatan sosial budaya dan akurasi fakta menjadi elemen penting dalam pengerjaan film ini.

Baca juga:  Film Mirip Seperti Fifty Shades Freed

Film tentang pendidikan ini bercerita ketika Sani Tawainella (Chicco Jericho) ingin menyelamatkan anak-anak di kampungnya dari konflik agama yang terjadi di Ambon melalui sepak bola.

Di tengah kesulitan hidup serta pilihan antara keluarga atau tim sepak bolanya, Sani ditugaskan membawa timnya mewakili Maluku di kejuaraan nasional. Namun keputusannya membaurkan anak-anak yang berbeda agama dalam satu tim justru menyebabkan perpecahan.

10. Film King

King merupakan film Indonesia yang dirilis pada 25 Juni 2009 yang disutradarai oleh Ari Sihasale dan diproduksi oleh Alenia Pictures. Film ini dibintangi antara lain oleh Rangga Raditya, Lucky Martin, Surya Saputra, Mamiek Prakoso, Ariyo Wahab, Wulan Guritno, Aa Jimmy, Jonatan Christie, dan Valerie Thomas.

Kisah perjuangan dan perjalanan panjang seorang anak bernama Guntur dalam meraih cita-citanya menjadi seorang juara bulu tangkis sejati, seperti idola Guntur dan ayahnya, Liem Swie King.

Ayah Guntur adalah seorang komentator pertandingan bulu tangkis antar kampung yang juga bekerja sebagai pengumpul bulu angsa, bahan untuk pembuatan shuttlecock. Dia sangat mencintai bulu tangkis dan dia menularkan semangat dan kecintaannya itu pada Guntur, walaupun dia sendiri tidak bisa menjadi seorang juara bulu tangkis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like